Sabtu, 21 Mei 2011

kiat sukses dgn menjadi aktifis kampus

Kenyataan semakin kentalnya iklim apatis, pragmatis, dan ketidakpekaan mahasiswa dalam lingkngan sosial yang kian kompetitif, pragmatis dan kental nuansa kapitalistik, (beuh bahasanya dah tingkat tinggi ni.. hehe) tentu saja yang dibutuhkan "mesin-mesin ekonomi" yang serba cepat dan tidak banyak bertanya atas bebagai ketimpangan . Oleh karena itu, akankah mahasiswa akan terjebak pada arus tersebut? Dimanakah lagi gairah aktivitas kemahasiswaan yang senanitasa berdampingan dengan upaya pemberdayaan masyarakat di sekitarnya? Inlah salah satu tema yang di usung dalam buku ini.

Dalam halam 33-36 tertulis bahwa seorang aktivis hendaknya juga menjadi man of idea, tidak hanya man of action. ada beragam cara agar dapat menyandang kedua tipe tersebut, memunculkan gagsan cemerlang dan ditulis dapat bentuk karya apapun melakukan tindakan-tindakan cerdas sehingga menarik hati orang untuk ditulis, menyinergikan dua hal ini memang dibutuhkan sosok mahasiswa yang mau kerja keras dan tidak tercerabut dari sosoknya sebagai salah satu bagian penting dari rahim "intelektual organik".

Fenomena tawura dan perilaku tercela mahasiswa lainnya bukan tidak mungkin disebabkan oleh gejala sosial yang memang membuat banyak orang menjadi pragmatis dan hedonis. Maka,mahasiswa sendiri yang mesti menjawabnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar