Halaman

Minggu, 08 Mei 2011

narsis







Sayang,
Insan sepertiku tidak pernah mengenal erti kebahagiaan
Hidupku diselubungi ranjau yang berduri
Tangisanku telah sebati dalam jiwa ini
Rintihanku senantiasa menjadi teman tidurku

Sayang,
Kehadiranmu mengubat luka yang kian parah
Bercinta denganmu suatu pengalaman yang indah buatku
Sentuhanmu mengundang diriku merindui dirimu
Sukar untuk kunyatakan..
Cukuplah hati ini yang membicarakan
Betapa aku menyayangi dirimu

Sayang,
Terima kasih kuucapkan
Kerana sudi menumpangkan diriku di sudut hatimu
Tidak pernah terniat untuk kulukai hatimu
Insan yang sering kurindu antuyuyun@yahoo.com

Sayang,
Air mataku hampir gersang dengan tangisan dulu
Tak sanggup untuk kutangisi dan rintihi diri ini lagi
Pintaku hanya satu
Berilah peluang untuk kumengenal sinar kebahagiaan
Walaupun cuma seketika.





 sepi tak bertepi

Sepi lagi
Dikeramaian tapi sunyi
Kemaren dan kemarennya lagi
Sama..tetap seperti hari ini

Akankah besok kamu datang
Membawa keceriaan seperti biasa
Air mata yang berkaca kaca urung jatuh
Surut..larut dalam tawa
Setelah itu apalagi
Kamu pergi dengan candaMu
Dan sepi itu kembali seakan tak bertepi
Ingin kurengkuh canda tawaMu
Kupeluk erat didadaku
Tak ingin kulepas semua itu
Dan aku tau..juga itu yang kamu mau
Tapi..aku kamu sama saja
Sama sama tak berdaya
Kita lalui hari demi hari seperti biasa
Jauh dekat sama saja…tak bisa menggenggam asa
Ada harap yang tersisa
Kenang aku selamanya
Setiap saat dimanapun kamu berada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar